Selamat Datang di Situs Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Sukabumi Jawa barat. IPI sebagai wadah perjuangan dalam meningkatkan kemampuan profesi dan kesejahteraan penilik.

03 Februari 2012

Keliru anak paud diajarkan calistung

Praktik pendidikan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) masih diwarnai pembelajaran calistung yang bersifat hafalan. Hal ini keliru, karena anak akan sulit memahami makna bacaan ketika masuk sekolah.

“Banyak praktik di PAUD, demi mengejar kemampuan baca-tulis-hitung (calistung), guru sering menggunakan teknik hafalan dan latihan yang mengandalkan kemampuan kognitif, abstrak dan tidak terkait langsung dengan kehidupan anak. Akibatnya, kepentingan anak terkalahkan oleh tugas-tugas skolastik yang semestinya belum saatnya,” tegas Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Sukiman, Sabtu (28/1).

Fenomena seperti ini, jelas Sukiman, sangat keliru. Hal ini akan membuat anak sulit memahami sesuatu, misalnya bacaan, ketika memasuki tahapan perkembangan selanjutnya.

“Anak tidak boleh dijejali materi atau hal-hal yang memberatkan perkembangan serabut otaknya. Kalau dipaksa dijejali dengan hal-hal yang berat, seperti menghafal, membaca, apalagi berhitung itu akan mematikan serabut-serabut otak atau sinap-sinap otaknya. Kalau sudah perkembangan otaknya terganggu anak akan tidak kreatif dan berdampak buruk pada anak,” tegas Sukiman.

Mantan Ketua Tim Pengembang Program Penguatan PAUD Berbasis Keluarga Ditjen PAUDNI ini juga menyatakan metode pengajaran yang menekankan hafalan itu melanggar hak anak.

Masa anak adalah masa bermain, dan bermain menumbuhkan kreativitas. Pembelajaran pada jenjang PAUD seharusnya mengacu pada praktik pendidikan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. (Mulya/Humpeg)

28 Januari 2012

Juknis Penyelenggaraan PAUD

Guna memberikan pemahaman bagi masyarakat dan penyelenggara/pengelola Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) perlu di informasikan tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraannya, baik TK, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak (TPA), Pos PAUD dan Taman Pendidikan Al-Qur'an, Juknis penyelenggaraan tersebut dapat di download dibawah ini :
1. Juknis Penyelenggaraan TK ( download )
2. Juknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain( download )
3. Juknis Penyelenggaraan TPA ( download )
4. Juknis Penyelenggaraan Pos PAUD ( download )
5. Juknis penyelenggaraan TPQ ( download )

Pelantikan Direktur Jenderal PAUDNI

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melantik Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, dengan nama popular Reni Akbar Hawadi, pada hari Jumat, 27 Januari 2012. Bersamaan dengan pelantikan beliau, dilantik juga Anna Erliyana, sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Kemdikbud, Kacung Marijan sebagai Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional Kemdikbud dan tiga pimpinan perguruan tinggi negeri, yaitu: Rektor Universitas Negeri Jambi, Rektor Universitas Negeri Jember dan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya.

Dalam sambutannya, Mendikbud meminta Dirjen PAUDNI yang baru untuk menjiwai tugas barunya. Dari 29 juta anak-anak berusia di bawah lima tahun, angka partisipasinya sekarang baru 58 persen, ditargetkan menjadi 75 persen pada 2015 mendatang.“ Karena anak-anak itu adalah generasi yang kita siapkan sebagai penerus kita nanti, dan kado untuk 100 tahun kemerdekaan kita pada 2045 nanti,” katanya.

Nama

:

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi

Tempat, Tanggal Lahir

:

Bandung, 22 Maret 1957

NIP

:

195703221982112001

Jabatan akhir

:

Guru besar psikologi UI, 1 Juli 2009 dengan Judul pidato "Membangun Peran Psikolog dalam Sekolah"

Sumber:
Agustinus Budi Pramono, SE, M.Si