Selamat Datang di Situs Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Sukabumi Jawa barat. IPI sebagai wadah perjuangan dalam meningkatkan kemampuan profesi dan kesejahteraan penilik.

24 Juli 2012

Penilik Kabupaten Sukabumi Juara Dua Apresiasi PTK PAUDNI Tingkat Nasional


Supriatna
Utusan Provinsi Jawa Barat dari Kabupaten Sukabumi yang diwakili Supriatna Penilik Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, akhirnya meraih juara dua nasional dalam Lomba Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan  Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PTK PAUDNI) Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan 9-12 Juli 2012 di Hotel Lumire Senen Raya Jakarta.

Acara penutupan Apresiasi PTK PAUDNI ini digelar 12 Juli 2012 bertempat di Gedung Plaza A Kemdikbud Jalan Jenderal Sudirman Jakarta dan dihadiri Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (wamendikbud) bidang Pendidikan Prof. Dr. Musliar Kasim, Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia F Hawadi dan beberapa pejabat eselon I di lingkungan Kemdikbud.

Penutupan diawali laporan Lomba Apresiasi oleh Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia F Hawadi. Dia menyampaikan rasa bangga atas capaian dan prestasi PAUD NI yang  semakin meningkat. Sementara Wamendikbud Muslihan Kasim mengaku bangga terhadap para PTK PAUDNI saat ini. “Ternyata prestasi tidak ditentukan semata-mata jauh dekatnya wilayah dengan pusat pemerintahan, tapi ditentukan semangat, kesungguhan dan kerja keras,” ujarnya saat penutupan pidato.

Peraih medali Prov.Jabar
Perwakilan Provinsi Jawa Barat yang mendapatkan Juara Nasional Apresiasi PTK PAUDNI terbaik pertama adalah Nurhayati Guru PAUD dari Kabupaten Kuningan. Sementara lomba merangkai bunga juara pertama, Engelina dari Kota Bandung. Apresiasi penilik juara dua, Supriatna dari Kabupaten Sukabumi , Apresiasi Instruktur komputer animasi terbaik dua, Tata dari Kabupaten Sumedang, Apresiasi instruktur seni tari terbaik dua, Hesti Suliawati dari Kabupaten Sumedang dan  Apresiasi Pengelola Kursus terbaik tiga, Wendy Asswan Cahyadi dari Kota Bogor (LKP El Rahma Education Centre).

08 Mei 2012

Ibu Dirjen PAUDNI, Tingkatkan mutu PAUD untuk cetak generasi emas


Untuk mencetak generasi emas Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) akan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD).
Hal tersebut dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psi., saat ditemui sejumlah pewarta di ruang kerjanya, Selasa (1/5).
Untuk menggenjot program PAUD, Ditjen PAUDNI akan tetap memberikan bantuan rintisan, alat permainan edukasi, dan serangkaian program yang telah disiapkan. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi emas. Sehingga pada 2045, saat peringatan ulang tahunIndonesiayang ke-100, terciptalah generasi muda yang kamil dan paripurna.
Sebelumnya,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh mengatakan, untuk menghasilkan generasi muda yang luar biasa, maka persiapannya harus dipupuk sejak usia dini. Hal tersebut senada dengan tema peringatan Hardiknas 2012 yakni Bangkitnya Generasi EmasIndonesia.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesiaitu menuturkan mengenai pentingnya PAUD. Usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) seorang anak. Fase tersebut juga menjadi periode yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan mental seorang manusia.
Tumbuh kembang anak pada usia dini akan sangat menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan, dan kematangan emosional di masa mendatang. “Anak usia dini harus terpenuhi kecukupan gizinya,” ucap Prof. Reni, sapaan akrab Dirjen PAUDNI.
Menurut Prof. Reni, yang dimaksud dengan gizi bukan hanya asupan makanan bagi anak. Namun, juga pendidikan bagi mereka. Sejak usia dini, seorang anak perlu bermain sambil belajar. (Yohan/HK)

10 Maret 2012

PAUD adalah pondasi penting untuk pendidikan lebih lanjut

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi mengingatkan bahwa PAUD merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi anak. Sebab itu, ia mengajak para orangtua untuk mengikutsertakan putra-putri mereka dalam jenjang pendidikan tersebut

“PAUD merupakan pondasi penting bagi pendidikan lebih lanjut,” ucap Prof. Lydia saat meresmikan Gedung Pertemuan BPPNFI Regional I dan Gebyar PAUDNI di Medan, 8 Maret 2012. Wanita yang menyabet gelar doktor psikologi pada 1993 tersebut meminta agar BPPNFI Regional I sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PAUDNI turut menyosialisasikan dan mempromosikan program PAUD

Dirjen menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan sangat beragam. Sebab itu lembaga PAUDNI harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut. “Balai harus meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan,” urainya

Pada acara peresmian gedung tersebut, wanita yang kerap menggoreskan gagasan pada jurnal dan sejumlah majalah anak itu, juga menyambangi beberapa gerai yang ikut berpartisipasi memeriahkan Gebyar PAUDNI

Para anak didik PAUD dan hadirin pun meruap gembira tatkala menyambut kehadiran Dirjen PAUDNI. Ia disuguhi dengan atraksi pencak silat dan sejumlah tarian tradisional Sumatera Utara, antara lain tari Tor-tor dan tari Indang. (Yohan Rubiyantoro/Subbag Kerja Sama)